cara menunda kehamilan

Posted by ahmad najib Rabu, 19 Oktober 2011 0 komentar
Menunda kehamilan terkadang masih banyak dilakukan oleh beberapa pasangan yang karena beberpa hal harus menunda untuk mempunyai momongan, Salah satu yang marak diperbincangkan dan juga dipakai oleh banyak orang saat ini yakni penggunaan alat kontrasepsi. Selain itu, tentu saja ada beberapa yang lainnya. Tapi seberapa ampuh dan aman alat-alat tersebut?
Metode pencegahan kehamilan bekerja dengan cara mencegah agar sperma tidak sampai bertemu denga telur dan membuahinya. Beberapa alat pencegah kehamilan memang berhasil melaksanakan tugasnya, tapi ada baiknya Anda mengetahui beberapa metode pencegah kehamilan yang dipercaya orang mampu mencegah sperma bertemu telur, meski itu terkadang cuma mitos belaka.
1. Coitus Interuptus
Metode pertama yakni yang orang banyak bilang menarik keluar. Metode ini mensyaratkan laki-laki menarik keluar penisnya dari vagina pasangannya sebelum ia ejakulasi. Teori yang bagus, tapi tidak peduli apa yang dia katakan, dia tidak bisa mengetahui secara pasti kapan dia mengalami ejakulasi. Dan sekalipun dia mengetahuinya, beberapa tetes mani yang terdapat diujung penisnya juga bisa menyebabkan seorang wanita hamil atau terinfeksi HIV / AIDS.
2. Pantang Berkala
Metode kedua yang juga dikenal dengan sebutan metode kalender yang berarti kamu mencoba berhubungan intim pada saat-saat tertentu dimana wanita sedang tidak subur dan secara teoritis tidak akan menyebabkan kehamilan. Sperma bisa hidup dalam sistem reproduksi selama enam hari.
Yang harus Anda perhatikan dalam penghitungan masa subur dan masa tidak subur :
* Perhatikan siklus menstruasi Anda 6 bulan terakhir, siklus menstruasi yang biasa dialami oleh wanita beragam / tidak selamanya sama, yaitu antara lain : 21 hari, 28 hari dan atau 35 hari.
* Masa ovulasi terjadi pada hari ke 14 – 15.
* Masa subur adalah 3-4 hari sebelum dan seseudah masa ovulasi.
* Untuk menghitung masa subur dan masa tidak subur secara detail sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi
Namun perlu Anda ingat bahwa metode ini tidak menjamin 100% keberhasilannya, sekian prosen wanita yang secara tidak sengaja hamil dengan cara ini.
3. Alat Kontrasepsi
Beberapa dari mereka, antara lain : Kondom, Pil KB, Norplant, Suntik / Injeksi, Inplant / IUD.
KONDOM
Dari semua metode pencegah kehamilan, kondom yang dilengkapi dengan spermisida tetap menjadi pilihan pertama karena pertama harganya yang murah, dijual bebas dan bisa mencegah dirimu dari infeksi AIDS dan penyakit-penyakit kelamin lainnya dan tentu saja mudah untuk digunakan. Tak hanya itu kemasan dan bentuknya hingga rasanya yang kemudian beraneka ragam menjadi daya tarik tersendiri.
Pemakaian kondom sendiri juga harus perlu hati-hati. Ini untuk mencegah sperma bisa masuk. Ketika laki-laki menarik penisnya dari vagina pasangan, dia harus menahan kondomnya agar tidak ada kemungkinan sperma merembes lewat pangkal penisnya kedalam vagina wanita.
Bila tidak, semua usaha yang telah dilakukan akan sia-sia saja. Kondom juga menjadi cara yang paling mudah dan bisa diterima untuk tetap tidak hamil dan bebas infeksi penyakit kelamin.
PIL KB
Alat yang juga kerap digunakan yakni pil KB. Banyak sekali pil-pil KB pencegah kehamilan, pil-pil KB kombinasi yang menggunakan kombinasi hormon adalah pil yang sangat efektif.
Pil KB bekerja mencegah kehamilan dengan melindungi indung telur agar tidak melepaskan telur. Jika, secara kebetulan sebuah telur terlepas, pil KB juga menghalangi telur tidak tertanam dengan cara menjaga saluran urine tidak terlalu tebal.
Inilah alasannya mengapa memakai pil seringkali menyebabkan mensturasi terasa ringan dan tidak cepat. Akhirnya pil KB mempertebal muncul serviks yang berarti mempersulit telur yang berusaha melewatinya.
Bagi beberapa laki-laki yang merasa tidak nyaman bila harus memakai kondom selama bercinta pil KB menjadi pilihan terbaiknya.
NORPLANT
Norplant atau Susuk adalah termasuk hormon yang cara kerjanya tidak berbeda dengan pil KB.
Dokter akan menanamkan kedalam lengan tanganmu enam benda kecil sebesar batang korek yang akan terus-menerus melepaskan hormon.
Mereka bisa dipakai selama lima tahun dan bisa mendapatkan gantinya yang baru. Cara pencegah kehamilan ini dianggap aman dengan tingkat pencegahan lebih dari 99 persen.
SUNTIK / Injeksi
Obat yang kerap kali digunakan, yaitu : Depo-Provera.
Depo-Provera adalah hormon yang diinjeksikan ke dalam pantatmu atau lengan tanganmu oleh dokter setiap tiga bulan sekali atau sebulan sekali {ada dua pilihan}.
Ia juga memiliki cara kerja mirip dengan Pil KB dan Norplant. Depo-Provera memiliki tingkat pencegahan kehamilan lebih dari 99 persen dan harganya yang relatif murah.
Diagfragma/Kap Serviks Uterus
Keduanya adalah kap-kap karet yang dimasukkan ke dalam vagina kira-kira enam jam sebelum berhubungan intim. Mereka akan menutupi pembukaan serviks sehingga sperma tidak bisa masuk ke dalam rahim / uterus. Spermisida juga disertakan dalam kedua produk ini sebagai senjata tambahan pembunuh sel sperma.
Anda harus mengunjungi dokter agar bila terpasang dengan betul dan harus memiliki resep untuk mendapatkan diafragma atau kap serviks uterus.
4. STERIL / MOW dan MOP
MOW = Metode Operasi Wanita, yaitu : dengan cara memutus atau memasang cincin pada tuba falopi untuk mencegah sampainya sel telur dari ovarium menuju ke uterus.
MOP = Metode Operasi Pria, yaitu : metode kontrasepsi yang berfungsi untuk mencegah sel sperma keluar dari testis (tempat produksi sel sperma).
* MOP dan MOW dilakukan oleh dokter spesialis obsterik dan ginekologi, di kamar bedah.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

kami tunggu komentar anda tapi jangan melakukan komentar spam

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Pusat pengobatan herbal ampuh.